Profil dan Biografi Akio Morita - Pendiri Perusahaan Sony

Profil dan Biografi Akio Morita – Pendiri Perusahaan Sony

Posted on

Profil dan Biografi Akio Morita – Pendiri Perusahaan Sony – Akio Morita merupakan pengusaha asal negeri Samurai Jepang, ia merupaka pelopor berdirinya Sony Corporation.

Profil Akio Morita

  • Nama : Akio Morita
  • Tempat / Tanggal Lahir : 26 Januari 1921
  • Meninggal : 3 Oktober 1999 di Usia ke 78
  • Kebangsaan : Jepang
  • Dikenal Karena : Pelopor Sony Corporation

Biografi Akio Morita

Profil dan Biografi Akio Morita - Pendiri Perusahaan Sony

Akio Morita lahir pada 26 Januari 1921 di Nagoya, Prefektur Aichi, Jepang dan Meninggal pada 3 Oktober 1999 di Tokyo, Jepang di usia yang ke 78. Akio Morita merupakan pelopor berdirinya Sony Corporation. Ia berasal dari keluarga pengusaha bir sake. Keluarganya menekuni usaha pembuatan bis selama hampir 400 (empat ratus) tahun di kota Tokoname, dekat Nagoya. Di bawah asuhan ketat ayahnya, Akio sedang dipersiapkan sebagai pewaris bisnis keluarga. Sebagai seorang mahasiswa, Akio sering duduk pada rapat perusahaan dengan ayahnya & ia akan membantu bisnis keluarganya tersebut bahkan di liburan sekolah.

Keluarga Morita pada saat itu telah mengenal gaya hidup ala budaya Barat, semacam mobil & fonograf listrik. Dan setiap kali ia dibebaskan dari tugas-tugas rumah tangga, Akio muda menjadi asyik membongkar gramofon & kembali menyusunnya. Dari usia dini, Akio sangat gemar mengutak-atik peralatan elektronik, & matematika serta fisika yang merupakan mata pelajaran kesukaannya selama duduk di bangku pendidikan SD dan SMP. Setelah lulus dari Sekolah Tingginya, ia memasuki Departemen Fisika di Osaka Imperial University.

Dan selama waktu itu, Jepang berada ditengah-tengah Perang Pasifik. Dan di tahun 1944, Akio, yang telah menjadi seorang letnan Angkatan Laut sehabis lulus dari universitas tahun di tahun itu, bertemu dengan Masaru Ibuka dalam Angkatan Laut Wartime Research Committee. Dan ketika kembali ke rumah keluarganya di Nagoya setelah perang, Akio pun diundang untuk bergabung dengan fakultas Tokyo Institute of Technology oleh salah satu profesor. ia pun mengemasi barang-barangnya & bersiap-siap untuk berangkat ke Tokyo, Dan ketika sebuah artikel tentang laboratorium penelitian di dirikan oleh Ibuka muncul disebuah kolom surat kabar Asahi yang disebut, “Blue Pensil.” Dengan berakhirnya perang, Ibuka telah mendirikan Institut Penelitian Telekomunikasi Tokyo untuk memulai sebuah awal yang baru. Dan setelah ia membaca artikel itu, ia pun mengunjungi Ibuka di Tokyo & mereka memutuskan untuk mendirikan sebuah perusahaan baru bersama-sama.

Berdirinya Perusahaan Sony

Tepat pada tanggal 7 Mei 1946, Ibuka & Morita bersama mendirikan Tokyo Tsushin Kogyo KK (Tokyo Telecommunications Engineering Corporation) dengan memiliki sekitar 20 karyawan dengan modal awal 190.000 ¥. Pada saat itu, Dan pada saat itu Ibuka telah berumur 38 tahun dan Morita 25 tahun. Dan selama kemitraan mereka yang panjang, dan mengabdikan Ibuka teknologi energi untuk penelitian & pengembangan produk, sementara Morita yang berperan penting dalam memimpin Sony dalam bidang pemasaran, globalisasi, keuangan & sumber daya manusia. Morita jugalah yang mempelopori Sony masuk kedalam bisnis perangkat lunak, serta ia yang memberikan kontribusi kepada keseluruhan manajemen perusahaan.

Dengan dorongan perusahaan agar mengembangkan usahanya secara global dan terlihat dalam keputusan untuk mengubah nama perusahaannya menjadi Sony di tahun 1958, yang merupakan suatu keputusan yang tidak bisa diterima dengan baik-baik didalam atau pun diluar perusahaan karena nama Tsushin Tokyo Kogyo sudah dikenal secara luas. Dan untuk mengatasi pandangan tersebut, Morita pun akhirnya menekankan perlu untuk mengubah nama perusahaan agar sesuatu yang lebih mudah untuk diucapkan serta diingat, serta agar perusahaan bertumbuh & meningkatkan kehadiran global. Selain itu juga, Morita beralasan bahwa suatu hari nanti perusahaan dapat berkembang menjadi produk selain elektronik & nama Tsushin Tokyo Kogyo akan tidak lagi sesuai. Maka dari itu, ia akhirnya mengubah nama perusahaannya menjadi Sony Corporation & memutuskan untuk menulis ‘Sony’ dalam kata alfabet (alfabet Jepang yang biasanya digunakan untuk menulis nama-nama asing), dan merupakan sesuatu yang tidak pernah terdengar pada saat itu.

Dan di tahun 1960, Sony Corporation of America pun didirikan di Amerika Serikat. Morita akhirnya memutuskan untuk pindah ke AS bersama dengan keluarganya & memimpin dalam menciptakan saluran penjualan baru untuk perusahaan. Dia juga percaya bahwa Sony haruslah mengembangkan saluran penjualan langsung sendiri, dan bukan mengandalkan dealer lokal. Banyak produk yang telah diluncurkan Sony sepanjang sejarah Sony dan dapat dikreditkan untuk Morita kreativitas & ide-ide inovatif. Ide-idenya telah melahirkan benar-benar baru gaya hidup & budaya, serta telah terbukti dari produk-produk tersebut sebagai Walkman & perekam kaset video.

Morita menunjukkan kemampuannya untuk bisa melepaskan diri dari pemikiran konvensional dibidang keuangan, disaat Sony mengeluarkan American Depositary Receipts di Amerika Serikat pada tahun 1961. Ini merupakan pertama kalinya bahwa sebuah perusahaan Jepang telah menawarkan saham di New York Stock Exchange, serta hal ini memungkinkan perusahaan untuk bisa meningkatkan modal, yang tidak hanya di Jepang. Sony pun membuka jalan bagi perusahaan-perusahaan Jepang lainnya untuk meningkatkan modal asing, dan pada saat praktik umum manajemen Jepang ialah untuk meminjam dana dari bank. Dan dalam bidang sumber daya manusia, Morita juga menulis sebuah buku berjudul Never Mind Sekolah Records pada tahun 1966 & ia menekankan bahwa catatan sekolah tidak penting dalam melaksanakan pekerjaan. Sudut pandang Morita, yang pertama kali diketahui lebih dari 30 tahun yang lalu, ialah disekarang ini telah diikuti oleh banyak perusahaan di Jepang.

Seperti mengubah nama Tsushin Tokyo Kogyo ke Sony telah menunjukkan, bahwa Morita sangat ingin diversifikasi operasi Sony diluar bisnis elektronik. Dan pada tahun 1968, perusahaannya memasuki bisnis software musik diJepang dengan berhasil mendirikan CBS / Sony Group Inc bersama-sama dengan CBS, Inc dari US dan Kemudian ditahun 1979, Sony pun berhasil memasuki bisnis keuangan di Jepang dengan pendirian Sony Prudential Life Insurance Co Ltd, sebuah 50-50 joint venture dengan The Prudential Life Insurance Co of America. Yang selanjutnya, Sony diperoleh CBS Records Inc, kelompok catatan CBS ditahun 1988. Dan  di tahun berikutnya, Sony mengakuisisi Columbia Pictures Entertainment, Inc, yang memungkinkan perusahaannya untuk menjadi perusahaan hiburan yang komprehensif yang memiliki perangkat lunak berkualitas baik konten & kekayaan hardware.

Dan selain mengelola Sony, Morita juga aktif dalam membangun jembatan budaya antara Jepang & di luar negeri sebagai Wakil Ketua Keidanren (Jepang Federasi Organisasi Ekonomi) Serta sebagai anggota dari Jepang – AS Hubungan Ekonomi Group, yang lebih dikenal sebagai “Wise Men’s Group”. La berperan dalam berusaha untuk bisa mengurangi friksi perdagangan antara Jepang & Amerika Serikat, serta melalui publikasi karya sastra tersebut sebagai Made in Japan, ia pun menjadi, “salah satu yang paling terkenal di Amerika Serikat dan jepang”

Dan penghargaan Morita yang pertama diberikan Jepang Albert Medal dari Kerajaan Inggris’s Royal Society of Arts di tahun 1982. Dan di 1984, ia berhasil menerima Ordo Nasional Legiun Kehormatan (Ordre National de la Légion d’Honneur), yang tertinggi & paling bergengsi di Prancis, Serta di tahun 1991, ia juga dianugerahi First Class Order of the Sacred Treasure dari HM Kaisar Jepang. Di samping itu pula, Morita juga menerima sejumlah penghargaan dari negara-negara lain seperti Austria, Belgia, Brasil, Jerman, Spanyol, Belanda, & Amerika Serikat, yang menunjukkan sejauh mana pengakuan global untuknya.

Akio Morita telah memancarkan cahaya alami, & kepribadiannya, yang ia sendiri digambarkan sebagai “ceria,” dicintai oleh banyak orang. Dia juga punya banyak teman baik itu di Jepang maupun di luar negeri, termasuk perorangan seperti Kiichi Miyazawa, mantan Perdana Menteri Jepang, Henry Kissinger, mantan Menteri Luar Negeri AS, & orkestra konduktor seperti Zubin Mehta serta almarhum Herbert von Karajan.

Itulah sekilas Profil dan Biografi Akio Morita Pendiri dari Perusahaan Sony, semoga artikel ini bermanfaat dan sampai jumpa diartikel yang selanjutnya.

Baca Lainnya: